Minggu, 05 Juli 2015

BAJINGAN YANG BERUNTUNG



Sebagai perempuan.. saya pernah menjadi orang paling menyebalkan dan bajingan. Dimana pernah membuang waktu, menyianyiakan cinta seorang Ayah, membiarkan kesempatan hilang dari genggaman dan masih banyak lagi. Singkatanya saya bebal. Saya beritahu satu hal, sejak pertengahan Juli tahun 2014 lalu saya mengucap nawaitu untuk lebih dekat dengan Tuhan dan berusaha menghindari apa- apa yang nilainya kurang baik. Kenapa kira- kira? Karena saya capek jadi manusia kurang ajar dan lama- lama rasanya selalu ada rasa kosong yang paling sakit. Bukan untuk sok membuat kesan baik tidak.. saya masih bedebah yang tidak tahu diri yang hobi mencaci hidup dengan kalimat paling edan, yang masih suka mendengarkan lirik dan musik pada lagu brengsek. Masih doyan berpelukan dengan kamu tanpa malu dan masih orang yang menyukai film fantasi disaat semua orang banyak yang suka true story.

Sebenarnya dari tadi yang ingin saya katakan adalah betapa sangat berpengaruhnya orang lain dalam kehidupan yang secara tidak langsung mengubah kita. Semua perubahan yang saya sumpahkan itu demi satu tujuan untuk membangun kerajaan yang saya bangun sekarang bersama seseorang, dan jujuuuurr… dia sangat mempengaruhi hidup saya. Disini ada beberapa hal yang kita akan bersepakat sama. Misalnya lirik pada musik yang ada dalam lagu yang kita dengar, dan betapa berpengaruhnya musik dalam keseharian bagi saya khususnya dan sebagian besar orang pada umum nya, yang kita pilih untuk didengar karena alasan lirik nya, bukan pada beat atau bahkan nadanya begitu kemungkinan saya… dan semua itu mungkin hampir sama dengan pengaruhnya seseorang dalam kehidupan kita.

Terakhir, sampai saat ini saya merasa masih bajingan perbedaannya saya beruntung, karena pengaruh kuasa Tuhan utamanya lewat seseorang yang tanpa dia harus banyak bicara dan hanya cukup bersikap apa adanya membuat saya berani mengakui kesalahan sendiri. Sekedar pengingat, membuat kesalahan itu sebenarnya bukan hal yang sangat memalukan dan sebuah akhir dunia bukan… yang lebih memalukan lagi jika diri kita sendiri malu mengakui kesalahan dan malu memaafkan diri sendiri yang seandainya bisa hal itu kemudian berbuah hikmah jika mau mendalami. Karena itu saya bersumpah memperbaiki diri demi kehidupan kedepan nanti juga demi bagaimana saya akan bisa urus anak sendiri, keluarga, terlebih kamu selalu.

Tyas

Selasa, 30 Juni 2015

TITIK


Sore ini terang bermuatan silau, mungkin karena sedari siang langit membentang penuh biru. Obrolan kita awalnya ringan sebatas bertanya sudah makan yang berujung saling senang. Selanjutnya membagi resah juga hal yang tidak menyenangkan.  Utamanya soal hari berat masing- masing kita belakangan ini. Karena silau, kita duduk didepan minimarket yang sengaja berfasilitas meja kursi sekaligus tempat ngopi. Sepi, suasana sedikit lengah atau memang kita berdua yang seolah pasrah meski tanpa penegasan lagu versi lemah. Kenyataannya hidup ini keras bukan sekedar dalam film drama. Sekuat tancap kaki hingga mengakar ke bumi selalu butuh yang namanya nyali. Dan kita berdua masih mengumpulkan perlahan- lahan setelah sebelumnya dibuat patah. Sambil meminum, aku pandangi kamu diujung mata lewat balik cup kopi. Aku tidak pandai bicara jadi aku genggam tanganmu. Akhirnya, sama tersenyum telah cukup menguatkan semuanya.

Karena hanya selalu disampingmu saja aku sudah bahagia luar biasa, titik!

Tyas

Jumat, 26 Juni 2015

HARI INI


Pagi ini, masih Falcxne- Tams dengan volum medium
Alasan lagu yang musiknya entah kenapa nyaman suka
Pagi ini, rambut menjatuhkan diri lebih di sela jari- jariku
Alasan malas yang sisir siap ditarik paksa sampai batas rapi

Siang ini, aku berfikir pergi dengan laju pelan langkah hati
Perihal luka lama yang menerbangkan ribuan maki
Siang ini, aku bertemu teman lama yang banyak bicara
Perihal ceria tak berbatas dan entah sedih bersembunyi dimana

Malam ini, akan berangin kencang kira berita cuaca
Tapi ruangaku bahkan amat dingin dari hembus
Malam ini, boleh berharap kurang tentang apa saja hidup mapan
Sebab tinggi gedung ini menghilangkan arti yang sampai sangat sepi
Malam ini, aku yakinkan lelap juga hal- hal indah bagai Wendy
Sebab tersesatku sangat ingin berlari ke Neverland
Malam ini, pertanyaan banyak membebani dengan jawab tidak mengerti
Sebab seorang pengertian tidak akan datang dalam Peterpan

Tyas