Selasa, 30 Juni 2015

TITIK


Sore ini terang bermuatan silau, mungkin karena sedari siang langit membentang penuh biru. Obrolan kita awalnya ringan sebatas bertanya sudah makan yang berujung saling senang. Selanjutnya membagi resah juga hal yang tidak menyenangkan.  Utamanya soal hari berat masing- masing kita belakangan ini. Karena silau, kita duduk didepan minimarket yang sengaja berfasilitas meja kursi sekaligus tempat ngopi. Sepi, suasana sedikit lengah atau memang kita berdua yang seolah pasrah meski tanpa penegasan lagu versi lemah. Kenyataannya hidup ini keras bukan sekedar dalam film drama. Sekuat tancap kaki hingga mengakar ke bumi selalu butuh yang namanya nyali. Dan kita berdua masih mengumpulkan perlahan- lahan setelah sebelumnya dibuat patah. Sambil meminum, aku pandangi kamu diujung mata lewat balik cup kopi. Aku tidak pandai bicara jadi aku genggam tanganmu. Akhirnya, sama tersenyum telah cukup menguatkan semuanya.

Karena hanya selalu disampingmu saja aku sudah bahagia luar biasa, titik!

Tyas

Jumat, 26 Juni 2015

HARI INI


Pagi ini, masih Falcxne- Tams dengan volum medium
Alasan lagu yang musiknya entah kenapa nyaman suka
Pagi ini, rambut menjatuhkan diri lebih di sela jari- jariku
Alasan malas yang sisir siap ditarik paksa sampai batas rapi

Siang ini, aku berfikir pergi dengan laju pelan langkah hati
Perihal luka lama yang menerbangkan ribuan maki
Siang ini, aku bertemu teman lama yang banyak bicara
Perihal ceria tak berbatas dan entah sedih bersembunyi dimana

Malam ini, akan berangin kencang kira berita cuaca
Tapi ruangaku bahkan amat dingin dari hembus
Malam ini, boleh berharap kurang tentang apa saja hidup mapan
Sebab tinggi gedung ini menghilangkan arti yang sampai sangat sepi
Malam ini, aku yakinkan lelap juga hal- hal indah bagai Wendy
Sebab tersesatku sangat ingin berlari ke Neverland
Malam ini, pertanyaan banyak membebani dengan jawab tidak mengerti
Sebab seorang pengertian tidak akan datang dalam Peterpan

Tyas