Sore ini terang
bermuatan silau, mungkin karena sedari siang langit membentang penuh biru.
Obrolan kita awalnya ringan sebatas bertanya sudah makan yang berujung saling
senang. Selanjutnya membagi resah juga hal yang tidak menyenangkan. Utamanya soal hari berat masing- masing kita
belakangan ini. Karena silau, kita duduk didepan minimarket yang sengaja
berfasilitas meja kursi sekaligus tempat ngopi. Sepi, suasana
sedikit lengah atau memang kita berdua yang seolah pasrah meski tanpa penegasan
lagu versi lemah. Kenyataannya hidup ini keras bukan sekedar dalam film drama.
Sekuat tancap kaki hingga mengakar ke bumi selalu butuh yang namanya nyali. Dan
kita berdua masih mengumpulkan perlahan- lahan setelah sebelumnya dibuat patah.
Sambil meminum, aku pandangi kamu diujung mata lewat balik cup kopi. Aku tidak pandai bicara jadi aku genggam tanganmu. Akhirnya,
sama tersenyum telah cukup menguatkan semuanya.
Karena hanya selalu disampingmu saja aku sudah bahagia luar biasa, titik!
Tyas
Tyas